Minggu, 25 Desember 2011

KRAM OTAK





Setiap memikirkan hal ini rasanya otak selalu kram. Kayak lagunya iwa k saja. Iya neh setiap membayangkan ke bengkel, apalagi harus nanya-nanya alias wawancara sama orang-orang bengkel, haddehhh otak rasanya langsung nyeri. g sukaa. Maka jadilah setiap mendekati hari senin sudah berasa g nyaman. Hari dimana hal otomotif yang menjadi tanggung jawab saya akan terbit. Tapi apa mau dikata namanya juga tanggung jawab liputan. Ya harus…

Masuk minggu kedua di postingan ini, saya sempat minta pindah. masa perempuan liputan otomotif seh..gender minded bo' boleh dong sekali-kali hehehe. Tapi g dipindahin.

Untungnya ini g berlangsung lama. Bukan karena liputan saya akhirnya berganti. Tapi seiring waktu, proses adaptasi yang maaf -harus dipaksaka- berlangsung. Hasilnya, sekarang saya malah suka sama yang namanya modifikasi auto. Untungnya g nular. Katanya modifikasi itu adalah penyakit yang susah sembuhnya. Sekali terkena, akan sulit menghentikan kebiasaan modifikasi. Nah Kalau menular kan bisa parah..gaji saya bakal habis tersedot untuk modifikasi doang. Cantik sihhhh tapi mahaaalllllll.

Hanya bukan itu intinya. Catat ya…jangan skeptis duluan sebelum menjalani sesuatu. Jangan takut dulu karena apa y bakal kita jalani itu belum tentu seburuk yang ada dalam banyangan kita. Jadi..dari pada buang-buang energi alias pemborosan pikiran untuk sesuatu yang belum pasti, lebih baik dijalani dulu…begitu… benner tuh kata pepatah.. Tak kenal maka tak sayang..^^ jadi nikmati setiap episode hidup ya....mau kata g sesuai dengan hati. Karena akan selalu ada hikmah dibaliknya... (sok bijak heheh)

Juni 2011


Ini beberapa contoh modifikasi motor para bikers makassar, kerren2 kan???

kiriman buku dari Jakarta


minggu pagi di pasar cidu demi kiriman buku2 dari seorang teman y baik hati...enakx kalau teman baik hati semua di...hehe alhamdulillah ya -:) trimakasi kk gun...^^

ini kali pertama lho saya menginjakkan kaki di pasar cidu. dirumah seorang karib bernama Akhmad. Rumahnya berada persis di tengah pasar. asyiik euy..kalau mau buah tinggal milih, bayar, makan deh.. maklum rumahnya persis di depan deretan penjual buah.

Karena ini kali pertama, maka jalannya pun agak meraba. untung g tersesat-sesat amat. Bersama Anis yang menjemput saya ke kantor, akhirnya kami menjemput kiriman buku dari Jakarta. Buku yang akan menambah deretan koleksi diperpustakaan miniku.

Skali lagi terimakasi ya...semuanya. Untuk yang mengirimkan, untuk yang menemani ambil buku, dan untuk yang dititipi. Tuhan memberkahi..:)

november 2011

Selasa, 20 Desember 2011

anak ayahku

anak ayahku


Tiba-tiba langit terlihat begitu hitam, mungkin tak lama lagi akan turun hujan lebat. Padahal tiga puluh menit lalu, pagi masih cerah saat nova meninggalkan rumah. Bergegas dia melangkahkan kaki menuju kompleks pemakaman keluarga, tempat ayahnya dikebumikan.

Dentuman guntur seakan menandai hujan yang sudah tak sabar ingin mengguyur bumi, begitu juga degupan jantungnya saat menemukan perempuan asing di depan nisan yang tertancap kokoh dengan nama ayahnya. Seorang gadis kecil tengah khusyuk berdoa.

“hei...kenapa kau menangis sayang?”tanya nova sejurus kemudian

“Aku kangen ayah,”ungkap anak kecil itu

“Ayah?”nova mengulangi kata ayah memandang lekat gadis manis dihadapannya. Ya...Mata itu, bentuknya seperti mata ayah.

“kaka, apa ayah tidak akan kedinginan di dalam sana kak?”

“Tidak sayang. Tentu saja tidak,”ungkap Nova berusaha menguasai keterkejutannya

“kaka g bo’ong?”

“tentu saja tidak sayang,”

“putri kangen ayah. dulu setiap ulang tahun putri, seperti hari ini, ayah selalu mengajak putri main di pantai” ujar gadis kecil itu memeluk nova erat hingga desah nafasnya terdengar begitu jelas.

“Sayang...ayah pasti juga sayang putri.”balas Nova sambil mengecup rambut putri yang mulai panjang sebahu.

“Makanya putri selalu berdoa untuk ayah, biar tuhan selalu menjaga ayah. Putri mau ayah selalu senang..”ungkap gadis itu sambil menyeka air matanya perlahan.

Nova serasa tak berdaya. Ada haru ada luka bertemu dengan adik yang baru dikenalnya. Dia membencinya tapi dia pun harus berterimakasih telah menghadiahi doa-doa indah untuk ayahnya. Bahkan mungkin melebihi doanya.

II

“Ayah...di sepasang matanya ada hujan yg ingin sekali aku simpan utuk kemudian aku bingkai dengan sesuatu yg...terbuat dari sebuah pantai”

Hujan dimata gadis kecil itu, indah kan ayah? Hujan itu pula yang akan menjadi doaku untuknya. Semoga dalam keberkahan adikku.

Nova tersenyum. Melihat gadis kecil itu bersama ibunya pergi meninggalkan makam.
___

Dato’ Nov 2010

Semoga doa2 anak kepada orang tua akan sepeti pasir dipantai yang tak berbilang atau ombak yang tak kunjung henti.karena memang seperti itulah seharusnya cinta anak mengejawantah terhadap orang tua.

Amante (

aku menemukan kau
kau menemukan aku
aku dan kau membentuk kita
lalu.. kita menemukan kami
inilah muaranya...surga, (surga hati kita) ~ amante...

mario 21 nov 2010


*amante=kekasih (laki-laki) dari bahasia galisia

Lama aku tak merasa

lama aku tak merasa
merasa sesak seperti ini
ini seperti kenangan usang yang hadir kembali

kembali kutenangkan degupku
degupku bersama hujan sore ini

namun mengapa masih?
dan segala jawabnya kurasa tak perlu hadir,
sebab meski sehabis hujan, pelangi memberi tanda sukacitanya,
sore ini bukan untuk ku

lalu tiba-tiba Hp ku berdering...
dari lelaki yang pernah menjadi kekasihku
jauh dari seberang suaramu terdengar
kita bercakap sejenak
samar kudengar ucapmu “hubungi aku jika butuh pertolongan”.

ah..tahukah kau,
saat ini aku membutuhkanmu.
bukan untuk apa-apa, sekedar mendengar ceritaku,
"beberapa jam lalu hatiku dipatahkan... "

(untukmu lelaki yang kutemui sore ini. benar2 lama aku tak merasa seperti ini)

aura, 20 nov 2010

Erwin Aksa: Anak Muda Harus Punya Ambisi

Sunday, 12 June 2011
“BERIKANaku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” Itulah salah satu kutipan kata- kata mutiara mantan Presiden pertama RI Soekarno yang selalu menjadi pijakan semangat pemuda Indonesia.


Tak hanya di masanya, tapi hingga kini. Lantang kalimat itu masih terus dikumandangkan. Kalimat Bung Karno itu seakan kembali terasa saat mendengar paparan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa yang tampil sebagai salah satu pembicara dalam dialog Rossi Goes to Campus di Universitas Hasanuddin (Unhas),kemarin. Meski tidak sama persis dalam kutipan Soekarno,tapi semangatnya bisa jadi sama.

“Anak muda harus punya ambisi.Karena anak muda memiliki energi besar untuk mewujudkan mimpi dan ambisinya,”kata Erwin, Lulusan University of Pittsburgh, Pennsylvania,Amerika Serikat itu mengatakan, sepanjang dalam hal positif, jangan pernah ragu untuk bertindak. Bisa jadi dengan acuan itu, menjadi dasar capaian Presiden Direktur Bosowa Corporation saat ini.Tentunya itu berawal dari tempaan sang ayah, Aksa Mahmud yang merupakan pendiri kerajaan bisnis Bosowa Group. Harus diakui, sejak lahir, Erwin sudah berada dalam kemapanan ekonomi.

Lelaki kelahiran 7 Februari 1975 itu, bisa saja bermanja-manja dari hasil usaha yang dibangun ayahnya. Tapi, itu tidak berlaku bagi ayah dari Trinisha, Shayla, dan Muhammad Yusuf ini. Di usianya yang masih belasan, Aksa Mahmud mengambil sikap tegas dengan “mengusir” Erwin dari Makassar Lulus sekolah dasar, Erwin sompe’ (Bahasa Bugis) atau merantau ke Bandung. Di Kota Kembang itulah, Erwin ditempa. Tinggal di kamar kontrakan yang diibaratkan serupa barak. Satu kamar diisi 6 orang dan saat hendak mandi,harus antre. Kehidupan yang tidak pernah dia rasakan saat di kampung halamannya.

“Dari kecil saya memang sudah diberi tantangan hidup dan tidak pernah diberi kemudahan. Hal inilah yang akhirnya mengasah karakter saya sebagai seorang pemimpin,” ungkap putra pertama Aksa Mahmud ini. Usai menamatkan SMP dan SMA di Bandung, Erwin kembali harus meninggalkan jazirah Sulawesi lebih jauh, yakni ke Negeri Paman Sam. Selesai kuliah di University of Pittsburgh tahun 1997, Erwin kembali ke tanah air. Belum lama di Tanah Air, Indonesia bergolak.Tahun 1998, demonstrasi menuntut reformasi tatanan negara berlangsung di seluruh pelosok negeri.

Awalnya,Soeharto,yang kala itu berkuasa,enggan dilengserkan. Jiwa sebagai generasi muda harapan bangsa,Erwin ikut ambil bagian dalam gerakan reformasi itu. Erwin kemudian tampil sebagai sponsor demonstrasi di Makassar. “Truk kami keluarkan. Akhirnya mampu mematahkan aktivitas penerbangan di Bandara Hasanuddin saat itu karena diblokir oleh truk-truk tersebut,”kisahnya. Erwin yang mengenakan kemeja putih bermotif garis biru, membagi kisah hidupnya kepada peserta dialog yang diperkirakan mencapai ribuan orang.

Menurut dia,untuk menjadi pemimpin, tidak ada yang dibangun secara instant,namun harus melalui proses. Pengejawantahan energi mudaErwinpernahdibuktikansaat dirinya menjabat sebagai Manajer PSM.Usianya kala itu masih kisaran 20-an tahun. Banyak yang sangsi. Apakah nantinya PSM Makassar bisa sukses? Tapi, dengan semangat dan keinginan terus belajar, Erwin berhasilmembawa PSMmenjadi juara Liga Indonesia tahun 1999- 2000.“Sejak saat itu,sudah tidak ada lagi yang meragukan kepemimpinan anak muda,”katanya.

Beberapa waktu lalu, Erwin ikut meramaikan bursa pemilihan ketua umum PSSI yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Kisruh internal PSSI tak membuatkeinginanErwinsurut. Tentunya ini masih butuh pembuktian dalam beberapa waktu mendatang, apakah semangat dan strategi jiwa mudanya mampu mengalahkan kandidat lain. Lantas apa lagi yang ingin diraihnya?

Ternyata mimpinya adalah membangun Makassar yang lebih baik. Lelaki yang pernah dinobatkan sebagai CEO termuda di Kawasan Indonesia Timur ini mengaku, Makassar hanya bisa maju jika dibangun oleh orang-orang Makassar sendiri. herni amir

sindo

Kamis, 18 November 2010

Cenning rara, Alternatif Mendapatkan Jodoh??? (dimasanya)


(Tulisan ini lahir dari dialog silam dengan Seorang Sahabat Dosen Sastra Unhas empat tahun lalu)

Mencari pasangan hidup memang bukan perkara mudah. Kata orang, susah-susah gampang. Beragam taktik dimainkan- pun beragam cara dilakukan, untuk menemukan “dia” sang belahan jiwa. Satu diantaranya cenningrara, sebuah cara yang biasa ditempuh para gadis sejak lampau di tanah bugis.

Siapa yang ingin hidup melajang selamanya. Telat jodoh saja sudah membuat kegelisahan luar biasa, tidak saja pada yang bersangkutan tapi juga pada keluarga. Apalagi bagi sang perempuan, tidak seorang pun ingin dicap “lolobangko” atau perawan tua atau yang lebih menakutkan lagi menyandang predikat gadis seumur hidup.

Untuk itu, pembenahan diri dengan berusaha tampil paripurna kerap dilakukan. Bagi perempuan masa kini, spa dengan rangkaian perawatannya mungkin telah menjadi menu wajib. Sementara itu, bagi sebagian dara bugis, mereka telah mengantongi warisan leluhur yang diyakini dapat membuat penampilan lebih menarik dalam keseharian. Resep mujarab itu bernama “cenningrara”.

Dalam sejarahnya, cenningrara adalah prosesi untuk mengeluarkan aura dari dalam diri, sehingga telah menjadi sebuah kepercayaan bahwa dengan menggunakan cenningrara akan mendatangkan jodoh lebih mudah.

Cenningrara sendiri berasal dari kata cenning yang berarti manis dan cendra atau cendrara yang berarti bulan atau matahari yang pada hakekatnya adalah cahaya. Apalagi bulan dalam konteks kebudayaan Bugis merupakan puncak keindahan alam dan di alam. Maka, manis dari keduanya tak lain dimaktubkan untuk membuat diri dan penampilan kian bercahaya seperti bulan atau matahari bagi anak perawan. Cenning rara ini biasa dilakukan dengan media minyak kelapa yang ditanak, telur yang direbus, atau beras yang dijadikan bedak.

Dalam perjalanannya, cenningrara pun terkoptasi oleh nilai-nilai religi yang berkembang di masyarakat. Kuatnya pengaruh islam, menuai perubahan dalam dalam pengadaan media dan mantranya.

Dari perbincangan saya dengan seorang sahabat bernama Pammuda yang kini menjadi dosen Sastra Unhas , pada zaman pra-islam, seremonial untuk mendapatkan cenningrara bersifat lebih ekstrim. Karena dalam konteks kebudayaan bugis, bulan dianggap sebagai puncak keindahanalam dan dialam, maka bagi anak perawan yang berminat memperolehnya, cenningrara hanya dapat dilakukan pada saat gerhana bulan.

Menyediakan medianya pun tidak tanggung-tanggung, harus merupakan hasil curian sebagai prasyarat sebuah totalitas diri yang hanya menggunakan tubuh tanpa secuil kain melapisinya (baca telanjang)

Akan tetapi, ungkap Pammuda, karena barang yang dicuri semata hanya untukperuntukan cenningrara, maka pembelajaran mencuri dalam konteks cenningrara tidak ada. Motif pencurian ini hanya sekedar menjalankan misi pemujaan terhadap keindahan bukan motif ekonomi.

Lantas bagaimana dengan keadaan diri bebas terbuka tanpa sehelai benang? Pammuda menuturkan, bahwa dalam kerangka pemikiran fisik, dicobalah peniruan makro oleh mikro. Bulan dianggap sebagai mahkota alam. Ketika sang bulan menghilang, maka alam diperumpakan telanjang. Manusia sebagai mikro hendak meniru alam yang mencari rembulan tersebut, maka telanjanglah mereka. Kini dalam keadaan seperti itu, samalah dalam keadaan alam yang mencari.
Berdasarkan pada persepsi demikian, dalam keadaan mencari, maka ketika dengan niat tertentu mengambil (mencuri) barang-barang, diasumsikan mereka telah menemukan bulan yang siap memperindah dirinya dan itulah yang kemudian disebut cenningrara.

Sementara itu, perubahan paling mendasar dari prosesi ini setelah masuknya ajaran islam, dengan dihilangkannya syarat telanjang dan mencuri. Tapi jangan berlega hati dulu. Sebab kini, bagi si pencari cenningrara harus membawa seekor ayam putih atau ayam hitam kepada sanro (dukun) , disertai sejumlah uang dalam nominal tertentu. Bacaan yang melengkapi medianya pun ditambahkan dengan Fatimah putri Rasulullah SAW dan Barrakka La Ilaha Illaallah dengan arti semoga Allah mengabulkan. Sebuah pendeskripsian penyerahan diri seorang hamba kepada Tuhannya, bahwa segala usaha yang dilakukan penentuannya berpulang kembali kepada kuasa Tuhan.

Berikut petikan mantra yang biasa diapaki atau dibaca dengan menggunakan bedak. Bacaan ini diajikan sesaat sebelum bedak tersebut dipakai atau disapukan keseluruh permukaan wajah. Berikut kutipannya:

Bedda’na Fatimah u Wabedda,

U paenre ri rupakku

Namatappa pada uleng tepu

Barakka La Ilaha Illallah

Artnya;

Bedaknya Fatimah yang kupakai

Kupakai diwajahku

Dan bercahaya seperti bulan purnama

Semoga allah mengabulkan

Ini lah sekelumit tentang cenningrara. Berminat mencoba? Itu sebuah pilihan bebas. Tapi satu point, penyertaan Tuhan adalah hal terpenting yang tidak boleh terabaikan. Sebab sejatinya, keberhasilan akan mencapai tingkat kesempurnaan jika sebuah usaha dibarengi dengan ridho san Khalik, termasuk dalam hal cinta aksih. Bukankah Tuhan sang pemilik cinta? Semoga cinta anda kepada pasangan merupakan bentuk manifestasi cinta anda kepada Tuhan.



Makassar, 2006

Template by : kendhin x-template.blogspot.com -Redesign by : ute - blognatugowa.blogspot.com