Sri bermaksud untuk memutuskan hubungan dengan kekasihnya Robbie (bule Amerika).
Tapi dia tak sanggup bertemu muka, lalu dia pun menulis surat...
Hi, my motive write this letter is to give know you something
(hai, bersama surat ini saya ingin memberi tahu sesuatu)
I WANT TO CUT CONNECTION US (saya ingin memutuskan hubungan kita)
I have think about this very cook cook (saya telah memikirkan ini masak masak)
I know I clap one hand only (saya tahu bahwa saya hanya bertepuk sebelah
tangan)
Correctly, I have seen you and she together at town with my eyes and head myself
(sebenarnya, saya pernah melihat kamu bersama perempuan lain di kota dengan mata kepala saya sendiri)
You always ask for apology back back (kamu selalu minta maaf berulang ulang)
I don't trust you again!! (saya tidak percaya kamu lagi)
You are really crocodile land!! (kamu benar benar buaya darat)
My Friend speak you play fire (teman saya bilang kamu bermain api)
Now I know you correct correct play fire (sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api)
So, I break connection to pull my body from this love triangle
(jadi saya putuskan saja hubungan untuk menarik diri dari cinta segitiga ini)
I know this result I pick is very correct, because you love she very high from me
(saya tahu keputusan yg saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia lebih tinggi dari saya)
So, I break off to go far from here (jadi saya putuskan untuk pergi dari sini)
I don't want you to play play with my liver (saya tidak ingin kamu main-main dengan hati saya)
I have been crying until no more eye water thinking about you
(saya menangis sampai tidak ada lagi air mata memikirkan kamu)
I don't want banana to fruit two times (saya tidak mau terpeleset untuk kedua kalinya)
Safe walk...
(selamat jalan..)
Full Love
(penuh cinta)
Sri
Mengenai Saya
Komentar
Category
- budaya (6)
- buku (4)
- catatan hati (4)
- Catatan Kecil (15)
- intermezo (1)
- jendela hati (12)
- komunitas (3)
- ucapan (1)
Sabtu, 27 Desember 2008
Surat Cinta
Diposting oleh
erni
di
18.41
0
komentar
Label: intermezo
The Amulet of Samarkand
The Bartimaeus Trilogy
(Serial Best Seller Now York Times)
Nathaniel, si penyihir muda, diam-diam memanggil jin berusia 5.000 tahun bernama Bartimaeus. Tugas Bartimaeus tidak gampang. Ia harus mencuri Amulet Samarkand yang berkekuatan dasyat dari Simon Lovelace, master penyihir yangkejam dan ambisius.
Bartimaeus dan Nathaniel pun terlibat dalam intrik sihir yang penuh darah, pemberontakan, dan pembunuhan.
Kisah kelam yang memikat, salah satu kisah fantasi paling hidup
Diposting oleh
erni
di
18.27
0
komentar
Label: buku
Kamis, 25 Desember 2008
Kaleidoskop 2008 (1)
Penanaman Perdana Padi IPAT-BO
Des
#Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sedang main lumpur-lumpuran ya?
*Kenapa memang
#Tidak, cuma nanya
*Lagi turun ke sawah itu tawwa
#Memang di sawah tidak berlumpur??
*Iyo-di cocok-mi itu.
cuma main lumpurnya karena mau menanam padi IPAT BO
#Apa itu
*Sistem penanaman berbasis organik yang bisa menghasilkan 11,2 ton per ha. bandingkan dengan sistem konvensional yang hanya 6,7 per ha.
Gowa itu percontohan laboratorium lapangan na..
#Masa
hebat tawwa. bravo
Gizi Buruk
Nov.JPG)
Zulkarnain, 7, warga desa passimbungang Kec Bajeng kab Gowa mengidap gizi buruk meninggal dunia senin 10 november di RSUD Syekh Yusuf
Zulkarnain mulai dirawat sejak 17 Oktober dengan berat awal 14 kg, sementara untuk berat ideal anak seusia itu 22 kg.
Selain gizi buruk, dia juga didiagnosa menderita broncho pneumonia (infeksi saluran pernafasan bagian atas) dan anemis (kurang darah)
Pihak medis sudah memberikan intervensi medis berupa Vit A dosis 200.000 internasional, Vit B Kom dan Vit C dua kali sehari, makanan tinggi kalori tinggi protein. Hanya saja nyawanya tidak tertolong.
Dari tiga kasus meninggalnya gizi buruk di Gowa, kondisi pasien dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi sangat kritis.
Lantas bagaimana seharusnya menyikapi ini? kejasama lintas sektoral? sudah terjalinkah?
Diposting oleh
erni
di
23.43
0
komentar
Label: Catatan Kecil
SINDO SULSEL
Inilah kru sindo sulsel. Lengkap nampang di depan kantor. Kepala Biro ada juga tuh. Kalau lagi ngumpul begini rupa, artinya rapat bulanan digelar. Biasalah, kalo tanpa alasan jelas, reporter daerah "dengan kesadaran sendiri" tidak bisa kodong meninggalkan tempat. Ntar kebobolon peristiwa, aduuuuuuuuh FATAL akibatnya.
Untungnya, wilayah kekuasaanku sekarang Gowa. Jadi gak katro-katro amat. Meski demikian, saat seperti ini pastilah dinantikan. Maklum, selain silaturahmi dapat uang saku pula. (kalo nambah banyak pasti tambah asyik juga tuh he..he..he...)
semangat ya...
Diposting oleh
erni
di
23.02
0
komentar
Label: Catatan Kecil
Natal dan Kerinduan

Ini kali pertama menginjakkan kaki ke dalam gereja. Biasanya hanya melintas di depan gedung putih di daerah Manggarupi. Gereja di daerahku ini memang terbilang kecil dibanding yang ada di Makassar. Meski begitu, kapasitasnya cukup besar, mampu menampung jemaah sekitar 3000 an yang diberi nama paroki st.simon petrus gembala Sungguminasa.
Inilah untungnya wartawan. Banyak hal dapat dinikmati.
Saat itu pihak Polresta Gowa baru saja melakukan sterilisasi. Mengenakan rompi perintis mereka menyisir kawasan gereja mulai dari dalam hingga ke halaman. Katanya sih untuk antisipasi kemungkinan ancaman bom. Sudah menjadi tugas aparat memberikan rasa nyaman terhadap warga menjalankan ibadah ungkap pak Sunardjo saat wawancara denganku.
Aku tersenyum. Tidak pernah terbayangkan jika bom mengguncang Gowa dengan dasyat (wow... sebuah imagi nakal???) tidaklah. Karena aku tinggal di tanah berjuluk tanah bersejarah ini, bukan berarti aku menginginkan sebuah sejarah ledakan bom dasyat kan??? ya tidak lah. peace man..peace...
Kesibukan tampak disana-sini. Seorang bapak berkursi roda dengan semangat ikut membantu persis di dekat altar. Untuk umat kristiani peringatan Natal pasti menyimpan haru sendiri, sama seperti kami kaum Muslim ketika merayakan Lebaran.
Salib besar terpampang di ujung ruangan. Ornamen-ornamen cantik terpasang dengan rapi. "Ini kandangnya,"kata Siprianus Jadu ketua panitia pelaksanaan natal tahun ini sambil menunjuk ke sudut ruangan . Apakah ini tempat bunda maria sang perawan suci melahirkan Nabi Isa?.
Karpet merah terhampar jauh kedepan. Misa akan digelar. Kidung natal menyapih umat. Membayangkan itu, ada rindu terselip untuk seorang kawan lama. Nova where are you.
Perempuan cantik dengan mata sipit mirip oshin. Yatim piatu dengan semangat hidup tinggi. Dimanapun dirimu sekarang kawan, semoga damai natal bersamamu.
(Sungguminasa, 24 Des 08)
Diposting oleh
erni
di
22.54
0
komentar
Label: Catatan Kecil
Hujan dan Liputan
tik..tik..tik...
Hujan turun
Seminggu sudah butiran-butiran air dari langit itu mengguyur tanah tempat aku berpijak, nyaris tanpa jeda.
Pagi, siang, sore, malam, tengah malam, sampai pagi kembali lagi.
Bunyiannya, angin yang menyertai, disertai kilatan dan gemuruh guntur sesekali, menyatu sempurna membentuk suasana musim yang mengesankan.
Bukannya tidak suka. Aku selalu bisa menikmati hujan yang menari lincah dari balik jendela. Ditambah mekar aneka rose, masamba, dan melati diteras rumahku yang mungil. Pemandangan sederhana yang menyaji eksotisme dimata biasaku. I'd love it. sungguh.
---
Jam dinding menunjukkan pukul 10.00 wita. Pagi ini, butiran-butiran itu melemah. Gerimis mengundang ?? Apakah siklus awan kali ini bersenandung malaysia ??? (he..he..ngaco). Aku bernafas lega. Kondisi ini jauh lebih mendukung aktivitas liputan. Aku memang penikmat hujan. Tapi itu dari balik jendela. Bukan penikmat hujan di jalan bebas. Membayangkan badan berselimut mantel menerjang hujan deras??? Merasakan dentuman-dentumannya???wuih....
Bersenandung kecil kutinggalkan rumah. melintasi rute yang sama. Kecuali sabtu dan minggu tentu saja. libur..liburrr. Dan itu artinya, "mall i'm coming".
Dari rute tempuhku (berasa jauh skalle perjalanan ya..) ini bagian favoritku. Melihat petani turun ke sawah. Bukan untuk menikmati tekuran kaki mereka dalam lumpur, atau bungkukan badan menanam bibit yang disemai. Yang aku tahu disana ada pengharapan hidup bersama batangan padi yang akan tumbuh memberi pemandangan hijau dalam perjalananku hingga beberapa bulan kedepan.
Masih teringat. Semasa kecil, di musim tanam seperti ini, dengan senang hati aku memanjat tembok belakang rumah. Kaki-kaki kecilku bertumpu diatas pohon serikaya lalu dengan lincahnya menjejakkan diri di atas dinding setinggi tiga meter.
Duduk manis, makan jambu kelutuk, aku menunggui petani naik ke atas bajak tradisional mereka yang terbuat dari kayu dengan sapi sebagai penggerak
Sayangnya bajak serupa itu jarang lagi ditemui. Atas nama kemajuan teknologi, efisien dan efektivitas pekerjaan, alat ini tergeser dengan traktor-traktor mesin.
Selanjutnya tiba di Genangan-genangan air yang memenuhi badan jalan hampir sepanjang 30 meter. Padahal baru enam bulan lalu jalan ini ditambal menggunakan lapen. Itu, aspal tempelan yang lebih banyak unsur kerikilnya dari pada aspalnya. Jadinya hanya mampu bertahan dua minggu. Jadilah jalan bocor hingga kedalaman 25 cm. Parahnya lagi, bocornya tidak merata. Ini lebih membahayakan lagi. Kalau tidak hati-hati ban bisa ta'leppos alias tergelincir. Apalagi kalau malam. Payah!!!
sungai
ini sungai je'neberang yang membelah kota Sungguminasa. Je'neberang mengalir dari kaki gunung Bawakaraeng sekitar 120 km dari sungguminasa.Dua jembatan besar yang berdiri diatasnya. Namanya jembatan kambarra. Musim penghujan tiba, debit dan ketinggian air tentu saja meninggi.
Sungai di tengah kota??? Luar biasa kan? sayangnya pasca longsoran bawakaraeng, sungai je'neberang tidak pernah lagi menampakkan kebeningan aslinya.
Hujan tiba, keruhnya minta ampun. Kemarau tiba warnanya hijau abis.
Namun demikian, sungai ini tidak pernah kering, mengalir jauh hingga ke Makassar dan empat kabupaten lainnya dengan bersalin nama sesuai daerah masing-masing.
(sungguminasa 22 des 08)
Diposting oleh
erni
di
22.26
0
komentar
Label: Catatan Kecil
Aku Mau Mama Kembali
Sebuah kisah teladan dari negeri China
(Cicilia-China)
Dear ,
Untuk siapapun yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari ortu kuncinya satu memaafkan ,
sehingga ada damai pada hidup kita. Amin.
Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki
yang luar biasa, namanya Zhang Da.
Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati, membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.
Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat, mereka memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya.
Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China.
Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi
Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional
keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan
kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah
satunya adalah Zhang Da.
Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin
menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang
luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan
luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling
luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih
tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta
manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang
dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan
terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15
tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang
luarbiasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar
penduduk China.
Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh
Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras.
Sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.
Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu
itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri. ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia.
Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia
ini.
Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa
ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan
buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan
sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya.
Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang
hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa
tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan
memperoleh upah dari pekerjaan itu.
Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk
merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia
menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia
membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan
papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi
tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk
mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai
belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas
yang ia beli.
Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan
injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia
mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri.
Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau
dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu
hanya Zhang Da.
Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya.
Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun,
maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.
Aku Mau Mama Kembali.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang
terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan
penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da,
Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, "Zhang Da,
sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"
Zhang Da terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa
membantumu" Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia menjawab, "Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!" demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.
Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata
karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya.
Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa
yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi
dirinya.
Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang
mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da
dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita
pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg
istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat
apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan
keluarnya...ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan
Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.
Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami
kekalahan.... bangkitlah! karena sesungguhnya
kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah
berusaha sekuat kemampuannya.
_
Diposting oleh
erni
di
22.04
0
komentar
Label: jendela hati
blog teman
-
Fwd: Pelatihan Nasional K3 Medis / K3RS - ---------- Pesan terusan ----------Dari: INFO DIKLAT Tanggal: 12 November 2016 23.15Subjek: Fwd: Pelatihan Nasional K3 Medis / K3RSKep...9 tahun yang lalu
-
CONFIRM YOUR TRANSFER. - From The Desk of: Mr. Andrew Tweedie, Finance Department Director International Monetary Fund(IMF) Attn: Beneficiary, I wish to inform you that after m...12 tahun yang lalu
-
Mendagri Ragu Tentukan Posisi Obed - Friday, 03 February 2012 JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi masih ragu mengambil keputusan untuk mengembalikan jabatan Obednego Deppar...14 tahun yang lalu
-
Sejarah MANUJU - MANUJU.. merupakan salah satu kerajaan dari sekian banyak kerajaan di Sulawesi Selatan yang terletak di kabupaten GOWA dan merupakan kerajaan kembar dengan...17 tahun yang lalu
-