PEMUTARAN FILM “KITA VERSUS KORUPSI”-
Wednesday, 29 February 2012
Apa jadinya bila korupsi sudah dianggap menjadi hak? Apa pula sebutannya bila kebenaran menjadi soal selera dan moralitas jadi pilihan individu? Boleh berbohong, boleh tidak jujur,asal tidak ketahuan,kemudian menjadi sebuah budaya.
Itulah korupsi. Ironisnya,meski beragam upaya dan wacana terus dilangsungkan untuk memerangi korupsi, praktik ini tetap berlangsung. Sebut saja praktik yang mewajibkan siswa membeli buku yang dikeluarkan pihak sekolah dengan harga jual yang lebih tinggi dari toko buku. Inilah sentilan moral yang coba diangkat film Psstt… Jangan Bilang Siapa-Siapa, yang menjadi salah satu dari empat film Kita versus Korupsi (KvsK) yang ditayangkan di Studio XXI Mal Panakkukang Makassar,kemarin.
Film dengan ide cerita milik Kurnia Ratna Yuliati, siswi SMA 18 Makassar, tersebut bertutur tentang persahabatan tiga sekawan pelajar SMA,Olla (Alexandra Natasha),Gita (Nasya Abigail),dan seorang temannya,(Siska Selvi Dawsen).Film karya sutradara Chairun Nissa bercerita tentang gaya hidup dan permisif terhadap praktik pemerasan di sekolah yang kemudian direkam seorang siswa,Gita.
Tak hanya praktik mark-up yang diperlihatkan film ini, tapi juga kelihaian menipu seorang anak kepada orang tuanya dengan melebihkan permintaan dana untuk setiap kebutuhan sekolah ataupun jajan demi meng-update gadget dan fashion.Sayang, keluarganya tidak ambil pusing karena ayahnya di kantor maupun ibunya di rumah terbiasa pula melakukan hal yang sama.
“Kami yakin film ini dapat menjadi media kampanye antikorupsi yang kreatif karena lebih menarik dan pesannya lebih mudah dicerna publik,” ungkap Doty dari KPK. Selain Psstt… Jangan Bilang Siapa-Siapa, film atas kerja sama Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja sama dengan Transparency International Indonesia (TII) tersebut juga menampilkan tiga film pendek lain dengan ide cerita berbeda.
Sementara film Aku Padamu karya sutradara Lasja F Susatyo mengisahkan tentang upaya sepasang kekasih untuk menikah di KUA.Karena tidak memiliki kartu keluarga,sang pemuda mencoba menyogok orang yang bekerja di KUA.Namun, pasangannya tidak setuju karena perbuatan tersebut dianggap sebagai “menyogok Tuhan”.●
HERNI AMIR
Makassar
Mengenai Saya
Komentar
Category
- budaya (6)
- buku (4)
- catatan hati (4)
- Catatan Kecil (15)
- intermezo (1)
- jendela hati (12)
- komunitas (3)
- ucapan (1)
Selasa, 27 Maret 2012
Katakan Tidak untuk Korupsi
Diposting oleh
erni
di
23.38
0
komentar
Label: budaya
Menyelami Budaya Kajang lewat Film
PEMUTARAN FILM DOKUMENTER PASANG RI KAJANG - Menyelami Budaya Kajang lewat Film
Monday, 20 February 2012
Dunia dan peradaban manusia boleh terus berubah.Namun kearifan nilai tradisi lokal yang diwariskan nenek moyang tidak mesti dilupakan.Bahkan, nilai tradisi tersebut terus dihidupi untuk menciptakan keseimbangan kehidupan.
Prinsip luhur kehidupan ini dianut oleh komunitas Kajang yang berdiam salah satu kawasan di wilayah Kabupaten Bulukumba. Kearifan budaya dan keunikan warga Kajang sudah dikenal luas hingga mancanegara.Salah pesan dari para leluhur komunitas Kajang adalah bagaimana manusia harus hidup berdampingan dengan alam sekitar.Hidup dengan bekerja keras dan menjaga harmonisasi dengan alam adalah salah satu ciri utama warga Kajang.
Kesederhanaan warga Kajang inilah yang direkam oleh mahasiswa ilmu Komunikasi Unhas melalui film dokumenter Pasang ri Kajang yang diputar di BaKTI,Jalan Dr Soetomo, Makassar,Jumat (17/2) malam. Melalui dokumenter berdurasi 36 menit ini, penonton bisa melihat dari dekat bagaimana warga Kajang melakukan aktivitas sehari-hari penuh dengan kearifan dan kesederhanaan.
Tak ada yang berlebihan. Semuanya dibuat sesuai dengan kebutuhan.Sehingga, segala sesuatu yang mencakup kehidupan sekitarnya,baik makanan,pakaian,kebun, sawah,maupun hal-hal yang berkaitan dengan rumah mereka semuanya serba sederhana.Tidak ada sesuatu pun yang berlebihan termasuk dalam pemanfaatan sumber daya alam. Pasang (pesan) inilah yang secara turun temurun dipegang oleh komunitas Kajang.
Bagi orang Kajang, dunia tempat berpijak hanyalah persinggahan menuju akhirat yang kekal. Untuk mencapai kekekalan itu hanya bisa dilakukan jika mereka menerapkan pola sederhana (tallasa kamasemase). Kesederhanaan lain dari suku ini tergambar secara simbolis melalui pakaian warna hitam yang dikenakan. Warna ini dimaksudkan agar dalam kehidupan manusia selalu mengingat kematian. “Hitam dilambangkan lahir dalam keadaan gelap dan meninggal dalam keadaan gelap,”ungkap Ilham Nur Bardiansyah,sutradara Pasang ri Kajang.
Menurut Ilham,film itu mencoba bertutur banyak tentang bagaimana warga Kajang hidup bermartabat dengan menjalin keselarasan dengan alam dan sesama manusia. Makadalam dokumenter ini,Ilham banyak menyuguhkan ritual-ritual suku Kajang yang mendukung pola komunitas ini. Sebut saja ritual andingingi yang bertujuan memberikan ketenangan dan terhindar dari hawa nafsu yang menyesatkan.
Atau, bagaimana masyarakat Kajang mengormati alam dengan menerapkan aturan pokok tak bisa menebang pohon di hutan,menebagng rotan,menangkap udang,dan membakar lebah. Bagi yang menebang satu pohon,maka wajib hukumnya untuk mengganti dengan tiga pohon. Bagi yang melanggar akan didenda Rp8 juta dan jika tidak mengakui kesalahan maka dilakukan ritual adat sehingga perut si bersalah akan membusuk yang membuat yang bersangkutan tak dapat mengelak lagi.
Menurut Ilham,Pasang ri Kajang memang film yang memuat pesan maupun wasiat turun temurun,aturan tidak tertulis yang mencakup keyakinan,aturan masyarakat, hingga ritual adat.Warga Kajang yakin bahwa asal-usul kehidupan dimulai di tanah yang mereka tinggali,yaitu possi tana (pusat bumi). Mereka berupaya mempertahankan budaya dengan resistensi mitologi.
Menurut Ilham,tema ini sengaja diangkat agar masyarakat luar kajang dapat mengetahui secara jelas dan tidak menganggap tabu sebuah budaya. Selama ini,kata dia, masyarakat cenderung skeptis terhadap suku asli Tana Toa tersebut. Kajang yang dikenal dengan komunitas Ammatoanya dianggap tertutup. Padahal jika mengenal lebih dalam,sesungguhnya Kajang adalah suku yang terbuka, ramah,dan bersahaja.
Sehingga siapapun dan dari mana pun yang tertarik,dapat berkunjung dan mempelajari budaya mereka. “Bisa dikatakan film ini menggambarkan budaya masyarakat kajang secara holistic atau menyeluruh, memaparkan budaya,tradisi lisan,hingga resistensi mitologi masyarakat Kajang,” ungkapnya. ● HERNI AMIR Makassar
Diposting oleh
erni
di
23.36
0
komentar
Label: budaya
Sitobo Lalang Lipa Pentas di Srilangka
Colombo International Theather Festival (CITF) 2012
Ketika jalan untuk menegakkan kehormatan tidak menemui titik temu, maka duel sampai mati menjadi jalan terakhir penyelesaian sengketa
Inilah inti cerita yang akan dipentaskan oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya Talas yang mewakili Indonesia pada ajang Colombo International Theather Festival (CITF) 2012, di Kolombus, Sri Langka.
Cerita bertajuk Sitobo Lalang Lipa and The Other Stories diangkat dari prinsip masyarakat Sulawesi Selatan Siri’na Pacce yang kemudian di aplikasikan dalam hukum adat oleh masyarakat Bugis Makassar yakni sitobo lalang lipa (saling tikam di dalam sarung).
Dalam cerita berdurasi 40 menit ini, lipa dipersepsikan sebagi lini. Segala persoalan akan diselesaikan hanya dalam sarung, meski nyawa taruhannya. Akan tetapi sesudahnya, masing-masing pihak yang bertikai tidak boleh lagi menyimpan dendam dan menganggap perkara sudah selesai.
“secara harfiah memang ini duel di dalam sarung, tetapi secara filosofis ini adalah bentuk penyelesaian perkara yang dianut masyarakat bugis Makassar dulu,”ungkap Sutradara sekaligus penulis naskah Dhodil Kakilangit saat melakukan jumpa pers di Unismuh kemarin.
Cerita ini, berkisah tentang percintaan dua sejoli dengan perbedaan strata social. Tokoh utama dalam lakon ini adalah anak seorang Raja, Karaeng Saleng To Marubayya yang menjalin asmara dengan gadis dari golongan ata (pelayan) Rannu.
Konflik mulai terjadi ketika Rannu akhirnya hamil di luar nikah lalu Karaeng Saleng menolak untuk bertanggung jawab. Merasa dendam kakak lelaki Rannu, Kulle akhirnya memikat hati saudara perempuan Karaeng Saleng, Andi Basse sampai akhirnya mereka memutuskan untuk Silariang.
Dari kejadian-kejadian inilah, akhirnya konflik kian meruncing. Karena tidak ada titik temu, Karaeng saleng dan Kulle akhirnya menyelesaikan segala perselisihan dengan duel dalam sarung hingga salah satu pihak meregang nyawa.
Untuk memudahkan penononton mengikuti alur cerita, pentas ini kemudian dikemas dalam bentuk dance theater dengan lebih mengedepankan kekuatan gesture tubuh dan musik. Bentuk ini diyakini lebih mampu menyampaikan pesan kepada penonton.
“Penonton kita berasal dari berbagai Negara. Karena musik dan gerak tubuh adalah bahasa universal yang paling mudah dipahami, maka untuk pertunjukan Kolombo, kami mengubah dari bentuk realis theater menjadi dance theater,”katanya.
Selain Talas dari Unismuh sebagai wakil dari Indonesia, Colombo International Theather Festival juga akan dimeriahkan oleh 10 peserta lainnya yang berasal dari delapan Negara seperti Iran, Mumbai, Pakistan, India, Ustralia, Germany, Chennai, dan Pune.
“Ini tentu sebuah kebanggan bagi kami. Kami bisa ikut berpartisipasi setelah melewati kualifikasi oleh tim panitia yang diikuti 8o Negara peserta,”ungkap Pembina UKM Seni dan Budaya Talas Muh Thahir M.
Dan tidak hanya pementasan theater saja yang akan mereka lakukan selama di Colombo. Akan tetapi rombongan juga akan berpartisipasi penuh dalam Indonesian Day dengan tema South Sulawesi In Colombo dengan membawa kuliner khas Makassar Coto Makassar, Dange, Pallumara, Konro, Barongko, Pisang Epe, Pallubutung dan lain-lain.
Diposting oleh
erni
di
23.26
0
komentar
Label: budaya
Minggu, 25 Desember 2011
KRAM OTAK
Setiap memikirkan hal ini rasanya otak selalu kram. Kayak lagunya iwa k saja. Iya neh setiap membayangkan ke bengkel, apalagi harus nanya-nanya alias wawancara sama orang-orang bengkel, haddehhh otak rasanya langsung nyeri. g sukaa. Maka jadilah setiap mendekati hari senin sudah berasa g nyaman. Hari dimana hal otomotif yang menjadi tanggung jawab saya akan terbit. Tapi apa mau dikata namanya juga tanggung jawab liputan. Ya harus…
Masuk minggu kedua di postingan ini, saya sempat minta pindah. masa perempuan liputan otomotif seh..gender minded bo' boleh dong sekali-kali hehehe. Tapi g dipindahin.
Untungnya ini g berlangsung lama. Bukan karena liputan saya akhirnya berganti. Tapi seiring waktu, proses adaptasi yang maaf -harus dipaksaka- berlangsung. Hasilnya, sekarang saya malah suka sama yang namanya modifikasi auto. Untungnya g nular. Katanya modifikasi itu adalah penyakit yang susah sembuhnya. Sekali terkena, akan sulit menghentikan kebiasaan modifikasi. Nah Kalau menular kan bisa parah..gaji saya bakal habis tersedot untuk modifikasi doang. Cantik sihhhh tapi mahaaalllllll.
Hanya bukan itu intinya. Catat ya…jangan skeptis duluan sebelum menjalani sesuatu. Jangan takut dulu karena apa y bakal kita jalani itu belum tentu seburuk yang ada dalam banyangan kita. Jadi..dari pada buang-buang energi alias pemborosan pikiran untuk sesuatu yang belum pasti, lebih baik dijalani dulu…begitu… benner tuh kata pepatah.. Tak kenal maka tak sayang..^^ jadi nikmati setiap episode hidup ya....mau kata g sesuai dengan hati. Karena akan selalu ada hikmah dibaliknya... (sok bijak heheh)
Juni 2011
Ini beberapa contoh modifikasi motor para bikers makassar, kerren2 kan???
Diposting oleh
erni
di
18.30
0
komentar
Label: Catatan Kecil
kiriman buku dari Jakarta

minggu pagi di pasar cidu demi kiriman buku2 dari seorang teman y baik hati...enakx kalau teman baik hati semua di...hehe alhamdulillah ya -:) trimakasi kk gun...^^
ini kali pertama lho saya menginjakkan kaki di pasar cidu. dirumah seorang karib bernama Akhmad. Rumahnya berada persis di tengah pasar. asyiik euy..kalau mau buah tinggal milih, bayar, makan deh.. maklum rumahnya persis di depan deretan penjual buah.
Karena ini kali pertama, maka jalannya pun agak meraba. untung g tersesat-sesat amat. Bersama Anis yang menjemput saya ke kantor, akhirnya kami menjemput kiriman buku dari Jakarta. Buku yang akan menambah deretan koleksi diperpustakaan miniku.
Skali lagi terimakasi ya...semuanya. Untuk yang mengirimkan, untuk yang menemani ambil buku, dan untuk yang dititipi. Tuhan memberkahi..:)
november 2011
Diposting oleh
erni
di
17.56
0
komentar
Label: buku
Selasa, 20 Desember 2011
anak ayahku
anak ayahku
Tiba-tiba langit terlihat begitu hitam, mungkin tak lama lagi akan turun hujan lebat. Padahal tiga puluh menit lalu, pagi masih cerah saat nova meninggalkan rumah. Bergegas dia melangkahkan kaki menuju kompleks pemakaman keluarga, tempat ayahnya dikebumikan.
Dentuman guntur seakan menandai hujan yang sudah tak sabar ingin mengguyur bumi, begitu juga degupan jantungnya saat menemukan perempuan asing di depan nisan yang tertancap kokoh dengan nama ayahnya. Seorang gadis kecil tengah khusyuk berdoa.
“hei...kenapa kau menangis sayang?”tanya nova sejurus kemudian
“Aku kangen ayah,”ungkap anak kecil itu
“Ayah?”nova mengulangi kata ayah memandang lekat gadis manis dihadapannya. Ya...Mata itu, bentuknya seperti mata ayah.
“kaka, apa ayah tidak akan kedinginan di dalam sana kak?”
“Tidak sayang. Tentu saja tidak,”ungkap Nova berusaha menguasai keterkejutannya
“kaka g bo’ong?”
“tentu saja tidak sayang,”
“putri kangen ayah. dulu setiap ulang tahun putri, seperti hari ini, ayah selalu mengajak putri main di pantai” ujar gadis kecil itu memeluk nova erat hingga desah nafasnya terdengar begitu jelas.
“Sayang...ayah pasti juga sayang putri.”balas Nova sambil mengecup rambut putri yang mulai panjang sebahu.
“Makanya putri selalu berdoa untuk ayah, biar tuhan selalu menjaga ayah. Putri mau ayah selalu senang..”ungkap gadis itu sambil menyeka air matanya perlahan.
Nova serasa tak berdaya. Ada haru ada luka bertemu dengan adik yang baru dikenalnya. Dia membencinya tapi dia pun harus berterimakasih telah menghadiahi doa-doa indah untuk ayahnya. Bahkan mungkin melebihi doanya.
II
“Ayah...di sepasang matanya ada hujan yg ingin sekali aku simpan utuk kemudian aku bingkai dengan sesuatu yg...terbuat dari sebuah pantai”
Hujan dimata gadis kecil itu, indah kan ayah? Hujan itu pula yang akan menjadi doaku untuknya. Semoga dalam keberkahan adikku.
Nova tersenyum. Melihat gadis kecil itu bersama ibunya pergi meninggalkan makam.
___
Dato’ Nov 2010
Semoga doa2 anak kepada orang tua akan sepeti pasir dipantai yang tak berbilang atau ombak yang tak kunjung henti.karena memang seperti itulah seharusnya cinta anak mengejawantah terhadap orang tua.
Diposting oleh
erni
di
08.53
1 komentar
Label: Catatan Kecil
Amante (
aku menemukan kau
kau menemukan aku
aku dan kau membentuk kita
lalu.. kita menemukan kami
inilah muaranya...surga, (surga hati kita) ~ amante...
mario 21 nov 2010
*amante=kekasih (laki-laki) dari bahasia galisia
Diposting oleh
erni
di
08.50
0
komentar
Label: catatan hati
Lama aku tak merasa
lama aku tak merasa
merasa sesak seperti ini
ini seperti kenangan usang yang hadir kembali
kembali kutenangkan degupku
degupku bersama hujan sore ini
namun mengapa masih?
dan segala jawabnya kurasa tak perlu hadir,
sebab meski sehabis hujan, pelangi memberi tanda sukacitanya,
sore ini bukan untuk ku
lalu tiba-tiba Hp ku berdering...
dari lelaki yang pernah menjadi kekasihku
jauh dari seberang suaramu terdengar
kita bercakap sejenak
samar kudengar ucapmu “hubungi aku jika butuh pertolongan”.
ah..tahukah kau,
saat ini aku membutuhkanmu.
bukan untuk apa-apa, sekedar mendengar ceritaku,
"beberapa jam lalu hatiku dipatahkan... "
(untukmu lelaki yang kutemui sore ini. benar2 lama aku tak merasa seperti ini)
aura, 20 nov 2010
Diposting oleh
erni
di
08.48
0
komentar
Label: catatan hati
Erwin Aksa: Anak Muda Harus Punya Ambisi
Sunday, 12 June 2011
“BERIKANaku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” Itulah salah satu kutipan kata- kata mutiara mantan Presiden pertama RI Soekarno yang selalu menjadi pijakan semangat pemuda Indonesia.
Tak hanya di masanya, tapi hingga kini. Lantang kalimat itu masih terus dikumandangkan. Kalimat Bung Karno itu seakan kembali terasa saat mendengar paparan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa yang tampil sebagai salah satu pembicara dalam dialog Rossi Goes to Campus di Universitas Hasanuddin (Unhas),kemarin. Meski tidak sama persis dalam kutipan Soekarno,tapi semangatnya bisa jadi sama.
“Anak muda harus punya ambisi.Karena anak muda memiliki energi besar untuk mewujudkan mimpi dan ambisinya,”kata Erwin, Lulusan University of Pittsburgh, Pennsylvania,Amerika Serikat itu mengatakan, sepanjang dalam hal positif, jangan pernah ragu untuk bertindak. Bisa jadi dengan acuan itu, menjadi dasar capaian Presiden Direktur Bosowa Corporation saat ini.Tentunya itu berawal dari tempaan sang ayah, Aksa Mahmud yang merupakan pendiri kerajaan bisnis Bosowa Group. Harus diakui, sejak lahir, Erwin sudah berada dalam kemapanan ekonomi.
Lelaki kelahiran 7 Februari 1975 itu, bisa saja bermanja-manja dari hasil usaha yang dibangun ayahnya. Tapi, itu tidak berlaku bagi ayah dari Trinisha, Shayla, dan Muhammad Yusuf ini. Di usianya yang masih belasan, Aksa Mahmud mengambil sikap tegas dengan “mengusir” Erwin dari Makassar Lulus sekolah dasar, Erwin sompe’ (Bahasa Bugis) atau merantau ke Bandung. Di Kota Kembang itulah, Erwin ditempa. Tinggal di kamar kontrakan yang diibaratkan serupa barak. Satu kamar diisi 6 orang dan saat hendak mandi,harus antre. Kehidupan yang tidak pernah dia rasakan saat di kampung halamannya.
“Dari kecil saya memang sudah diberi tantangan hidup dan tidak pernah diberi kemudahan. Hal inilah yang akhirnya mengasah karakter saya sebagai seorang pemimpin,” ungkap putra pertama Aksa Mahmud ini. Usai menamatkan SMP dan SMA di Bandung, Erwin kembali harus meninggalkan jazirah Sulawesi lebih jauh, yakni ke Negeri Paman Sam. Selesai kuliah di University of Pittsburgh tahun 1997, Erwin kembali ke tanah air. Belum lama di Tanah Air, Indonesia bergolak.Tahun 1998, demonstrasi menuntut reformasi tatanan negara berlangsung di seluruh pelosok negeri.
Awalnya,Soeharto,yang kala itu berkuasa,enggan dilengserkan. Jiwa sebagai generasi muda harapan bangsa,Erwin ikut ambil bagian dalam gerakan reformasi itu. Erwin kemudian tampil sebagai sponsor demonstrasi di Makassar. “Truk kami keluarkan. Akhirnya mampu mematahkan aktivitas penerbangan di Bandara Hasanuddin saat itu karena diblokir oleh truk-truk tersebut,”kisahnya. Erwin yang mengenakan kemeja putih bermotif garis biru, membagi kisah hidupnya kepada peserta dialog yang diperkirakan mencapai ribuan orang.
Menurut dia,untuk menjadi pemimpin, tidak ada yang dibangun secara instant,namun harus melalui proses. Pengejawantahan energi mudaErwinpernahdibuktikansaat dirinya menjabat sebagai Manajer PSM.Usianya kala itu masih kisaran 20-an tahun. Banyak yang sangsi. Apakah nantinya PSM Makassar bisa sukses? Tapi, dengan semangat dan keinginan terus belajar, Erwin berhasilmembawa PSMmenjadi juara Liga Indonesia tahun 1999- 2000.“Sejak saat itu,sudah tidak ada lagi yang meragukan kepemimpinan anak muda,”katanya.
Beberapa waktu lalu, Erwin ikut meramaikan bursa pemilihan ketua umum PSSI yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Kisruh internal PSSI tak membuatkeinginanErwinsurut. Tentunya ini masih butuh pembuktian dalam beberapa waktu mendatang, apakah semangat dan strategi jiwa mudanya mampu mengalahkan kandidat lain. Lantas apa lagi yang ingin diraihnya?
Ternyata mimpinya adalah membangun Makassar yang lebih baik. Lelaki yang pernah dinobatkan sebagai CEO termuda di Kawasan Indonesia Timur ini mengaku, Makassar hanya bisa maju jika dibangun oleh orang-orang Makassar sendiri. herni amir
sindo
Diposting oleh
erni
di
08.46
0
komentar
Kamis, 18 November 2010
Cenning rara, Alternatif Mendapatkan Jodoh??? (dimasanya)

(Tulisan ini lahir dari dialog silam dengan Seorang Sahabat Dosen Sastra Unhas empat tahun lalu)
Mencari pasangan hidup memang bukan perkara mudah. Kata orang, susah-susah gampang. Beragam taktik dimainkan- pun beragam cara dilakukan, untuk menemukan “dia” sang belahan jiwa. Satu diantaranya cenningrara, sebuah cara yang biasa ditempuh para gadis sejak lampau di tanah bugis.
Siapa yang ingin hidup melajang selamanya. Telat jodoh saja sudah membuat kegelisahan luar biasa, tidak saja pada yang bersangkutan tapi juga pada keluarga. Apalagi bagi sang perempuan, tidak seorang pun ingin dicap “lolobangko” atau perawan tua atau yang lebih menakutkan lagi menyandang predikat gadis seumur hidup.
Untuk itu, pembenahan diri dengan berusaha tampil paripurna kerap dilakukan. Bagi perempuan masa kini, spa dengan rangkaian perawatannya mungkin telah menjadi menu wajib. Sementara itu, bagi sebagian dara bugis, mereka telah mengantongi warisan leluhur yang diyakini dapat membuat penampilan lebih menarik dalam keseharian. Resep mujarab itu bernama “cenningrara”.
Dalam sejarahnya, cenningrara adalah prosesi untuk mengeluarkan aura dari dalam diri, sehingga telah menjadi sebuah kepercayaan bahwa dengan menggunakan cenningrara akan mendatangkan jodoh lebih mudah.
Cenningrara sendiri berasal dari kata cenning yang berarti manis dan cendra atau cendrara yang berarti bulan atau matahari yang pada hakekatnya adalah cahaya. Apalagi bulan dalam konteks kebudayaan Bugis merupakan puncak keindahan alam dan di alam. Maka, manis dari keduanya tak lain dimaktubkan untuk membuat diri dan penampilan kian bercahaya seperti bulan atau matahari bagi anak perawan. Cenning rara ini biasa dilakukan dengan media minyak kelapa yang ditanak, telur yang direbus, atau beras yang dijadikan bedak.
Dalam perjalanannya, cenningrara pun terkoptasi oleh nilai-nilai religi yang berkembang di masyarakat. Kuatnya pengaruh islam, menuai perubahan dalam dalam pengadaan media dan mantranya.
Dari perbincangan saya dengan seorang sahabat bernama Pammuda yang kini menjadi dosen Sastra Unhas , pada zaman pra-islam, seremonial untuk mendapatkan cenningrara bersifat lebih ekstrim. Karena dalam konteks kebudayaan bugis, bulan dianggap sebagai puncak keindahanalam dan dialam, maka bagi anak perawan yang berminat memperolehnya, cenningrara hanya dapat dilakukan pada saat gerhana bulan.
Menyediakan medianya pun tidak tanggung-tanggung, harus merupakan hasil curian sebagai prasyarat sebuah totalitas diri yang hanya menggunakan tubuh tanpa secuil kain melapisinya (baca telanjang)
Akan tetapi, ungkap Pammuda, karena barang yang dicuri semata hanya untukperuntukan cenningrara, maka pembelajaran mencuri dalam konteks cenningrara tidak ada. Motif pencurian ini hanya sekedar menjalankan misi pemujaan terhadap keindahan bukan motif ekonomi.
Lantas bagaimana dengan keadaan diri bebas terbuka tanpa sehelai benang? Pammuda menuturkan, bahwa dalam kerangka pemikiran fisik, dicobalah peniruan makro oleh mikro. Bulan dianggap sebagai mahkota alam. Ketika sang bulan menghilang, maka alam diperumpakan telanjang. Manusia sebagai mikro hendak meniru alam yang mencari rembulan tersebut, maka telanjanglah mereka. Kini dalam keadaan seperti itu, samalah dalam keadaan alam yang mencari.
Berdasarkan pada persepsi demikian, dalam keadaan mencari, maka ketika dengan niat tertentu mengambil (mencuri) barang-barang, diasumsikan mereka telah menemukan bulan yang siap memperindah dirinya dan itulah yang kemudian disebut cenningrara.
Sementara itu, perubahan paling mendasar dari prosesi ini setelah masuknya ajaran islam, dengan dihilangkannya syarat telanjang dan mencuri. Tapi jangan berlega hati dulu. Sebab kini, bagi si pencari cenningrara harus membawa seekor ayam putih atau ayam hitam kepada sanro (dukun) , disertai sejumlah uang dalam nominal tertentu. Bacaan yang melengkapi medianya pun ditambahkan dengan Fatimah putri Rasulullah SAW dan Barrakka La Ilaha Illaallah dengan arti semoga Allah mengabulkan. Sebuah pendeskripsian penyerahan diri seorang hamba kepada Tuhannya, bahwa segala usaha yang dilakukan penentuannya berpulang kembali kepada kuasa Tuhan.
Berikut petikan mantra yang biasa diapaki atau dibaca dengan menggunakan bedak. Bacaan ini diajikan sesaat sebelum bedak tersebut dipakai atau disapukan keseluruh permukaan wajah. Berikut kutipannya:
Bedda’na Fatimah u Wabedda,
U paenre ri rupakku
Namatappa pada uleng tepu
Barakka La Ilaha Illallah
Artnya;
Bedaknya Fatimah yang kupakai
Kupakai diwajahku
Dan bercahaya seperti bulan purnama
Semoga allah mengabulkan
Ini lah sekelumit tentang cenningrara. Berminat mencoba? Itu sebuah pilihan bebas. Tapi satu point, penyertaan Tuhan adalah hal terpenting yang tidak boleh terabaikan. Sebab sejatinya, keberhasilan akan mencapai tingkat kesempurnaan jika sebuah usaha dibarengi dengan ridho san Khalik, termasuk dalam hal cinta aksih. Bukankah Tuhan sang pemilik cinta? Semoga cinta anda kepada pasangan merupakan bentuk manifestasi cinta anda kepada Tuhan.
Makassar, 2006
Diposting oleh
erni
di
02.21
0
komentar
Label: budaya
Sabtu, 13 November 2010
Hari ini, aku tak menyukaimu Ibu
Hari ini aku tak menyukaimu Ibu....sudah jam 12 siang kau belum juga pulang dari rapat PKK. Keningku tak sempat kau kecup, apalagi menanyakan bagaimana kabarku hari ini di sekolah. Padahal aku ingin memberitahumu, nilai ulangan matematikaku 10 , bukan memberitahumu lagi- aku habis berkelahi dengan teman sekelas laki-lakiku..
Ibu..aku juga berhasil menghafal 20 surah juz amma. Hanya satu orang yang berhasil mengalahkan hafalanku hari ini. Tapi bagaimana kuceritakan kalau ibu tak ada.
Hari ini sebelum kau mengecup dan memelukku, aku ingin lihat senyum ibu. Bukan gelengan kepala, lalu mencubit pipiku gemas, karena kukatakan aku berhasil menonjok mata teman kelasku yang mulai genit.
Sudah satu jam aku menunggumu bu..., bolak balik, dari pintu rumah ke pintu pagar. Lalu menengok kiri dan kanan, berharap ibu muncul tiba-tiba . Seragam sekolah tidak aku ganti. Apalagi menyentuh makanan yang sudah tersaji di meja makan.
Ibu..aku menggerutu kesal pada ibu camat. Bulan agustus begini, ibu camat pasti mondar-mandir ke rumah kita. Dia seperti lalulintas tak bersahabat yang siap mengambil seluruh perhatianmu.
Ah..apa begini nasib anak yang memiliki ibu berwajah manis, pintar memasak, jago bulu tangkis, pintar main volli, juga jago menyanyi...
Ibu kakiku sudah pegal berdiri di pintu pagar. Kenapa ibu belum juga pulang. Tolong jangan terlalu lama diluar, disini aku merindukanmu..
(jadi ingat, setiap pulang sekolah bagiku adalah hal wajib ibu ada dirumah..u ibuku sayang, trimakasiu semuanya ibu...)
Diposting oleh
erni
di
17.07
0
komentar
Label: catatan hati
Selasa, 02 November 2010
F I K R I
di labirin mana kau menyimpan perih? Tak kutemukan air matamu sore itu. Bukan karena kau lelaki lantas tak boleh menangis. Bukankah Rasulullah juga lelaki yang paling sering menangis?
..berdiri - sepenggal langkah - lalu terjatuh. Berdiri - sepenggal langkah – lalu terjatuh lagi. Berulang dan berulang.
Jangankan berjalan, berdiri pun ternyata sulit. Begitulah dia, bocah empat tahun yang kukenal lewat perjumpaan sederhana.
Namanya Fikri. Pertama kali kutemukan duduk dibangku panjang dalam ruangan fisioterapi sebuah klinik. Mengalami kelainan tulang sejak lahir. Kedua kakinya bengkok.
Hampir separuh usianya dihabiskan di tempat ini. Boleh aku bertanya sekali lagi, di labirin mana kau menyimpan perih, hingga tak kutemukan air matamu sore itu...
Sayang...melihatmu seperti melihat halaman-halaman pada sebuah ensiklopedia bernama ketabahan, keberanian, perjuangan, dan, tentu saja harapan.
Usiamu boleh kecil. Tapi keadaan sudah memberimu pelajaran bahwa hidup tak selalu memberi kemudahan.
Nak.. aku suka semangatmu. Dengan doa, semoga kelak kita kembali berjumpa. Di musholla-ketika sholat magrib, dan kusaksikan kau berdiri sebagai imam.
Okt 2010, dari sebuah ruang fisioterapi
Diposting oleh
erni
di
17.38
0
komentar
Label: jendela hati
Hujan dan Kenangan
Hujan kembali turun sore ini. Meski malu-malu, butirannya terlihat jelas jatuh ke bumi. Aku diam menikmati milo hangat kesukaanku. Sepiring pisang goreng keju masih utuh belum tersentuh, tersaji di tengah meja terasku.
Aku suka hujan. Suka suaranya, suka harapan yang dibawanya. Hujan turun, pertanda rezki bagi bumi.
Dulu sewaktu kecil jika hujan datang, ku lewatkan dengan tawa, berlari, berputar, menari dan bernyanyi di pekarangan rumah. Dan ibu yang kerap berteriak memanggil namaku berulang, menyuruhku segera masuk. Aku tahu ibu selalu saja khawatir aku jatuh sakit sesudahnya.
Bisa ditebak, omelan kecil pasti mengalir dari bibir perempuan syurga itu. Lalu menyiapkan air hangat untuk kumandi kembali. Menggosok badanku dengan minyak kayu puith. Milo hangat dan sepiring pisang goreng pun akan kunikmati. Sama seperti sore ini.
Ah..Ibuku... Dalam hujan pun kasih sayangnya tetap hangat terasa
Ingatanku lalu beralih kepadamu. Sudah tiga kali hujan kita lewati bersama. Masih ingatkah kau sepenggal kenangan kita bersama hujan? tentang sepasang suami isteri diatas vespa tua, riang dalam lebatnya hujan di jalan Sudirman?
“Mungkin mereka sedang bernostalgia mengenang kemesraan masa muda dulu, sama saat umur kita nantinya seperti mereka, menggunakan motor ini,”katamu sambil tertawa.
Hujan terimakasih. Karena butiran bersama sesekali dentuman petirmu, mampu menahan langkah kami untuk pulang sore itu, menikmati sisa waktu sebelum magrib tiba dimana aku sudah harus ada di rumah.
Aku tahu, kau ikut tersenyum ketika kunikmati wajahnya dari sudut mataku, suaranya yang asih, dan sepasang matanya yang bercahaya. Dan kaupun tertawa saat mendapatinya mencuri pandang kepadaku. Lalu kami tersenyum bersama, dengan butiranmu yang perlahan melemah.
Hujan.. kau menyukainya ya..maaf aku tak dapat memenuhi janjiku kepadamu untuk terus bersamanya. Kini..kami bersepakat mengambil jalan berbeda.
makassar, 3 Sept 2010
Diposting oleh
erni
di
17.36
0
komentar
Label: catatan hati
Senin, 01 Februari 2010
JEMARI ISTRI
PEREMPUAN yang saya sebutkan ini entah istri siapa, ibu dari anak-anak siapa. Ia melompat gegas dari tempat tidur ketika masih pagi buta. Sepasang matanya masih berat untuk dibuka lantaran kantuk. Ia pun melakukan hal ini: membangunkan suami dan anak-anaknya untuk salat.
Usai salat ia berdoa agar keluarganya dilindungi, diberi curahan rahmat, kesehatan, kebaikan, kecukupan, dan anak-anak yang tumbuh dalam limpahan kasih-sayang, menjadi anak saleh, berbakti kepada orang tua, bangsa, negara, serta menegakkan agamanya.
Setelah itu sang suami biasanya melanjutkan tidur. Perempuan tadi melangkah ke dapur, menyiapkan sarapan, di sela waktu itu ia memandikan anaknya yang masih kecil, mendandani, mempersiapkan keperluan sekolah, dan seterusnya.
Terkadang ia mengantar anaknya ke sekolah, balik ke rumah, menyambut suaminya yang baru terbangun dengan senyum. Sang suami meraih koran diselingi sesekali menyeruput teh hangat.
Perempuan tadi melanjutkan rutinitasnya -- ke pekarangan menyiram kembang sembari memikirkan hidangan untuk anak-anaknya sebentar siang. Juga bersiap-siap berangkat ke tempat kerja.
Dari tempat kerja, pada jam istrirahat, perempuan itu menelepon, mengecek keadaan putra-putrinya yang sudah pulang sekolah, menanyakan satu-dua hal kemudian melanjutkan rutinitasnya.
Malam hari, kesibukannya tidak berkurang, bahkan ketika semua lampu di rumah sudah dipadamkan. Ia kembali mempersiapkan diri keesokan hari, menyetel jam weker, bersiap-siap untuk sejenak memejamkan mata.
Dalam kondisi seperti ini, seorang Greg Risberg dari North Western University Medical School di Chicago mewarning para suami: jangan memeluk istrimu! Istri kurang membutuhkannya. Perempuan akan merasa terabaikan dan tidak dihargai bila diperlakukan demikian. Kecuali ketika para suami telah memberi pelukan di waktu-waktu lain pada hari itu.
Tubuh seseorang, mendapatkan kekuatan berlipat bila direspon pelukan tulus pasangannya. Pelukan, menurut Risberg minimal dilakukan empat kali dalam sehari, dan kesehatan serta daya tahan tubuh akan bertambah.
Semangat sang istri akan berlipat bila ia mendapatkan pelukan yang benar-benar tulus, penuh kasih, tanpa kebohongan, sebagai bentuk penghargaan dari apa yang telah dilakukannya terhadap keluarga sepanjang hari. Pelukan sang istri juga sebagai bentuk dukungan dan rasa syukur terhadap apa yang dilakukan suami untuk keluarga.
Perempuan yang saya sebutkan ini, entah istri dan ibu dari anak-anak siapa, memaknai betul semua itu. Sungguh, yang menjadikan dunia ini menjadi sangat teratur berkat kelembutan jemari para istri. Perekonomian menjadi stabil lantaran ketelitian para istri mengatur ekonomi keluarga.
Saya teringat sebuah dialog yang cukup menyentuh. Entah itu saya pernah baca atau tonton. Lupa persisnya. Digambarkan sang suami mendekai istrinya yang frustrasi lantaran teramat letih, sembari berkata, “Ingatlah, Ma, kamu harus melipatgandakan kesabaran karena tangan yang mengayunkan tempat tidur bayilah yang menguasai dunia. Tangan yang membelai dan mengusap lembut kepala putra-putrinyalah yang mengatur dunia.”
Sang istri memejamkan mata, meraih tangan suaminya, mengecupnya, sembari berkata, “Pa, ambillah kekuasaan itu sejenak. Ayunkanlah tempat tidur itu. Cukup sejenak.”
Diposting oleh
erni
di
04.16
0
komentar
Kamis, 28 Januari 2010
SURAT DARI IBU UNTUKMU
Untuk anakku tersayang.
Maafkan ibumu, Anakku.
Pada bulan keempat usia kandungan seorang ibu adalah saat yang mendebarkan. Karena saat itu adalah saat yang istimewa. Allah membuat sebuah perjanjian denganmu.
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami sedang lengah terhadap ini,” atau agar kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?” (al-A’raaf: 172-172)
Anakku ....
Pada saat kamu membuat perjanjian dengan Tuhanmu hati Ibu tidak bergidik sedikit pun. Tahu kenapa, Anakku? Karena Ibu belum tahu ayat-ayat Allah. Saat itu sholatpun Ibu baru belajar. Baru sekarang saat Ibu merenung, Ibu merasa bersalah dan berdosa. Kenapa pada saat usiamu yang masih dini, empat bulan di dalam rahim Ibu, saat kamu membuat perjanjian dengan Tuhanmu, Ibu tidak bisa ikut mendoakan dan membisikimu dengan ayat-ayat Allah.
Anakku ....
Bukankah anak yang dilahirkan itu bersama kefitrahannya. Dan apakah kamu menjadi anak seperti yang sekarang ini karena kesalahan orangtuamu, terutama ibumu ini?
Anakku ....
Inilah amanat yang paling berat. Sebenarnya kamu adalah calon manusia yang berhak mendapatkan pendidikan agama yang baik dan benar. Dan kamu adalah calon manusia yang berhak mengetahui kebenaran yang hakiki dari Allah. Anakku, tapi ibumu ini tidak mampu memberinya. Karena saat itu ibumu masih belajar beragama yang benar.
Anakku ...
Oleh karena itu, maafkanlah Ibu karena Ibu tidak bisa menyampaikan betapa agungnya arti sebuah kebenaran dan keimanan. Sebagaimana kebijaksanaan Lukman al-Hakim dalam mengajar anaknya. Maafkanlah ibumu jika dengan segala keterbatasan ilmu yang Ibu miliki tidak cukup untuk mengajarimu tentang ketangguhan iman dan keteguhan hati sebagaimana Fatimah al-Zahra mengajari anaknya.
Anakku ....
Maafkanlah ibumu ini, karena saat itu Ibu baru belajar menjadi seorang Ibu, dan juga sekaligus belajar menjadi seorang muslimah. Dan yang terpenting belajar menjadi hamba Allah yang baik. Sebagai Ibu, tidak banyak ilmu yang Ibu miliki, Ibu sangat menyadari itu. Sekedar ilmu fiqh tentang najis pada bayi saja Ibu tidak tahu. Ibu baru tahu satu hal, yaitu membaca basmalah saat hendak menyusuimu.
Anakku ....
Maafkanlah ibumu jika kamu jadi seperti sekarang ini. Tidak salah kalau kadang-kadang kamu melalaikan sholat. Tidak salah kalau kamu kadang-kadang tidak berpuasa dengan baik. Dan tidak salah kalau kamu tidak taat dan hormat pada Ibu.
Anakku ....
Maafkanlah Ibu yang telah melahirkanmu. Setiap kita, manusia memang tidak bisa memilih di rahim siapa akan dilahirkan. Mungkin, kalau bisa memilih tidak akan ada yang mau dilahirkan oleh seorang perempuan seperti ibumu ini. Anakku, kita tidak tahu akan terlahir dari perempuan sholehah seperti Maryam atau dari seorang perempuan yang nista sekalipun. Karena dari rahim siapa pun kita dilahirkan, Allah telah meletakkan fungsi fitrah itu secara sama.
Anakku ....
Oleh karena itu, semoga kamu tidak berkecil hati, tidak lemah keteguhan hati, tidak dangkal keimanannya kepada Allah, tetap cinta kepada Allah. Dan Ibu juga sangat berharap kamu tidak menyesal lahir dari perempuan seperti ibumu ini. Seorang Ibu yang dengan segala keterbatasannya dan tidak banyak mengajarimu ilmu. Maafkan Ibu, Anakku .....
Diposting oleh
erni
di
01.28
0
komentar
Label: jendela hati
Rabu, 28 Oktober 2009
Minggu, 13 September 2009
Hati Seorang Ayah
Suatu ketika ada seorang anak perempuan yg bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja ia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut,dengan badanya yang mulai membungkuk, disertai suara batuknya ayng khas.
Anak perempuan itu bertanya kepada ayahnya, : "ayah, kenapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kiat membungkuk???" demikian pertanyaannya ketika ayahnya sedang santai di beranda. Si ayah menjawab " Karena aku lelaki "
Anak perempuan itu berkata sendirian "aku tidak mengerti", dengan berkerut kening karena jawaban ayahnya membuat hatinya bingung dan tidak mengerti.
Ayah hanya tersenyum, dipeluk dan dibelainya rambut anaknya sambil menepuk bahunya dan berkata "Anakku kamu memang belum mengerti tentang lelaki ". Demikian bisik sang ayah yang membuat anaknya bertambah bingung.
Karena perasaan ingin tahu dan ia mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya "Ibu, mengapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian membungkuk? dan sepertinya ayah mengalami demikian tanpa ada keluhan atau rasa sakit ???"
Ibunya menjawab "Anakku, jika memang seorang lelaki bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian".
Hanya itu jawaban si ibu dan anak itupun kemudian tumbuh dan menjadi dewasa, tapi ia tetap masih mencari-cari jawaban, kenapa wajah ayahnya yang tampan berubah menjadi berkerut dan badannya membungkuk??
Hingga suatu malam ia bermimpi, dan di dalam mimpinya ia seolah-olah ia mendengar suara yg lembut dan kata-katanya terdengar dengan jelas, itu ternyata rangkaian jawaban pertanyaannya selama ini yang selalu ia cari.
"Saat kuciptakan lelaki, AKU membuatnya sebagai pemimpin keluarga, serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga tersebut, dan ia senantiasa akan berusaha menahan setiap ujungnya agar keluarganya senantiasa merasa aman, teduh dan terlindungi."
"Kuciptakan bahunya yg kuat dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat untuk melindungi seluruh keluarganya."
"Kuberi kemauan kepadanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yg berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, walaupun seringkali ia mendapat cercaan dari anak-anaknya,"
"Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya ia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya ia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan terhembus angin, ia relakan tenaga perkasanya demi keluarganya dan yang selalu dia ingat adalah disaat semua keluarganya menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil jerih payahnya."
"Kuberikan kesabaran,ketekunan dan dan kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa ada keluh kesah. walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan seringkali menerpanya."
"Kuberikan perasaan kuat dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya dan hatinya."
"Padahal perasaannya itu pulalah yang telah memberikan rasa aman disaat anak-anaknya tertidur lelap, serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anaknya agar selalu saling mengasihi dan menyayangi sesama saudara."
"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan kepadanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang,bahkan seringkali ditentang dan ditolak oleh anak-anaknya."
"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya, istri yang baik adalah istri yang selalu menemani dan bersama-sama menjalani perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istri,agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi dan saling mengasihi."
"Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup di dalam keluarga bahagia dan badannya yang bungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai lelaki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga dan segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya."
"Kuberikan kepada lelaki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya, dan hanya inilah kelebihan yang hanya dimiliki oleh lelaki. walaupun sebenarnya amanah ini adalah di dunia dan di akhirat."
Terkejut anak dari tidurnya dan segera ia berlari, berlutut dan berdo'a hingga menjelang subuh,setelah itu ia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.
"AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH"
Diposting oleh
erni
di
04.52
0
komentar
Label: jendela hati
Pria atau wanitakah:Yudhistira Ardy
Salah seorang sahabat dunia maya bertanya penuh selidik, “Mengapa Tuhan menggunakan atribut-atribut maskulin dalam mensifati-Nya serta dalam Firman-firman yang dituliskan.” Sahabat yang lain, tidak kalah kritis. Dengan tegas dia bersikap bahwa karena penggambaran surga sangat maskulin oriented (seperti dianugerahi bidadari), maka dia sangat tidak tertarik dengan kenikmatan surga. Kalaulah dia berbuat baik, semata-mata karena takut akan gambaran neraka yang sangat mengerikan. Bahkan nama bagian Kitab Suci yang dengan tegas feminim pun, tidak cukup menghibur kegundahan akibat nuansa maskulin yang katanya mendominasi.
Apakah dominasi nuansa ke-lelaki-an pada banyak agama-agama besar, menyudutkan kaum wanita? Bagaimana pendapat Anda, wahai buah hati para nabi serta pasangan-pasangan abadi suami-suami terbaik?
---
Ada pendapat mashur yang mengatakan bahwa sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang mulia. Hakikat apa yang tersembunyi dalam pendapat itu, semoga tetaplah menjadi misteri abadi kebudayaan manusia. Yang pasti, wanita adalah simbol dan kenyataan tentang keindahan ciptaan-Nya, sehingga menarik hasrat busuk industri untuk mengeksploitasinya. Lihatlah kontes-kontes ratu kecantikan dunia, regional, negara, propinsi, kabupaten, kota, kecamatan, atau desa. Bahkan Karang Taruna salah satu RW di Bandung, mengadakan kontes ratu kecantikan tingkat RW pada peringatan 17 Agutus tahun 2009. Ampuni kami Ya Allah.
Jangan berdalih bahwa kecantikan luar-dalam yang dinilai, karena tidak pernah ada dalam sejarah kontes ratu kecantikan, seorang wanita sumbing menjadi pemenangnya, walau semenarik apa kualitas inner-beauty-nya. Berhentilah berkilah panjang lebar tentang absurd-nya definisi pornografi pada RUU, karena kulit yang belang penuh goresan luka tidak pernah dapat terpilih menjadi model majalah pemuas birahi. Untuk kepentingan kapitalisme hiburan dan iklanlah, keindahan wanita idkomersialisasi dan dipublikasikan.
Maaf, inner-beauty itu bukan keindahan, melainkan kemuliaan! Itulah sebabnya seorang pria dapat memiliki inner-beauty juga. Kemuliaan memang dapat dirasakan indah oleh jiwa. Tapi kemuliaan tidak dapat dilihat indah oleh indera mata. Apakah bagi Anda, sudah cukup jelas perbedaan antara keindahan dengan kemuliaan?
---
Pria sangat tertarik dengan keindahan. Wanita juga menyukai keindahan. Pria menikmati keindahan, sedangkan wanita menikmati jadi keindahan itu sendiri. Pria ingin memiliki keindahan yang memang tidak melekat pada dirinya. Wanita menginginkan keindahan itu adalah dirinya sendiri. Pria sangat merindukan kenikmatan surgawi yang indah, sementara wanita ingin menjadi kenikmatan surgawi itu sendiri. Mungkin, bagi wanita bukan keindahan surga yang menarik hatinya melainkan menjadi bagian utama dari keindahan surga itulah yang dicita-citakannya.
Jadi, mungkin kurang tepat sudut pandang yang mengatakan bahwa kelak akan ada bidadara (makhluk sangat indah berjenis kelamin pria) di surga bagi para wanita baik yang belum sempat bertemu dengan belahan jiwanya di dunia. Wanita bukan pesaing pria. Pria bukan pula pesaing wanita. Karena pria tidak bersaing dengan wanita, maka menjadi sangat tidak perlu ada gambaran surga feminim oriented. Karena tidak ada persaingan, maka tidak perlu ada kecemburuan atas nuansa maskulin pada tanda (sign) dan petunjuk-Nya.
Wanita adalah belahan jiwa pria. Pria adalah belahan jiwa wanita. Dimana ada pria, disana ada wanita. Lestarinya keberadaan manusia merupakan bukti tak terbantahkan akan peran yang saling melengkapi, bukan kompetisi, antara wanita dengan pria. Hanya karena Anda mencari nafkah di malam hari, tidak berarti Anda harus membenci siang hari.
Menjadi pria atau wanita, sama berkahnya. Mengapa masih bertanya?
Diposting oleh
erni
di
04.43
0
komentar
Label: jendela hati
Wanita idaman pria
Teman, bagaimana gambaran kita terhadap kecantikan sejati seorang wanita? Berikut saya sulihkan (secara bebas) 'Beauty Tips' dari Audrey Hepburn yang menurut saya sangat patut kita renungkan bersama, tidak saja oleh para wanita namun juga oleh para pria. Selamat menyimak!
***
Bibir yang indah bukan dilihat dari merahnya warna yang disapukan di atasnya
Melainkan yang selalu menyampaikan tentang kebaikan
Mata yang mempesona bukanlah mata yang dirias dengan seksama
Melainkan yang selalu mampu melihat hal-hal yang baik di dalam setiap orang
Tubuh ramping bukanlah didapat dengan diet terkendali
Melainkan karena senantiasa membagi makanan yang dimiliki kepada orang-orang yang membutuhkan
Rambut indah berkilau bukanlah yang sering berganti cat warna
Melainkan karena membiarkan tangan anak kecil memainkannya sekali setiap hari
Postur idaman bukanlah bagaimana kau mengatur posisi kaki dan tubuhmu ketika berjalan
Postur idaman adalah berjalan dengan pemahaman bahwa kau tidak hidup sendiri
Manusia lebih berharga daripada benda, dan mereka membutuhkan untuk diperhatikan, disayang, diakui, dan dihargai .. karenanya jangan pernah abaikan dan merendahkan seorangpun
Dengan demikian, jika suatu saat kau membutuhkan pertolongan, maka akan selalu ada seseorang berada di sana, .. di dekatmu
Seiring dengan umur yang bertambah, kau akan mendapati bahwa kau memiliki dua tangan,
Satu untuk menolong dirimu sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain
Kecantikan seorang wanita bukan terletak pada baju yang dikenakannya, asesori yang dipakai, atau pada bagaimana ia menyisir rambutnya
Kecantikan sorang wanita terlihat di matanya, karena mata adalah jendela hati, dimana cinta bersembunyi
Kecantikan seorang wanita bukan terletak pada tata riasnya,
Kecantikan sejati seorang wanita tercermin dari dalam jiwanya yaitu perhatian yang diberikannya dengan penuh cinta, ketajaman pengetahuannya, serta kesungguhan hati yang ditampilkannya
***
Berbahagialah dan banggalah Anda sebagai seorang wanita ..
Berbahagialah dan banggalah Anda sebagai seorang pria yang memiliki ibu, saudara, anak, teman yang wanita ..
karena kecantikan seorang wanita akan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu ..
Diposting oleh
erni
di
04.31
0
komentar
Label: jendela hati
Cerita Pak Tani : Yudistira Ardy
Dari kecil saya senang mendengar cerita. Baik lisan maupun tertulis. Dan cerita ini pula sering menjadi bahan ilustrasi saya jika sedang kebagian tugas mengajar.
Tidak tahu kenapa, buat saya selalu saja ada hikmah dari cerita yang saya dengar. Berikut salah satu cerita yang ingin saya share:
Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.
Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu
berkata:
"Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"
Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan.
Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni "koleksi" kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.
Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata:
"Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"
Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.
Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"
Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki nya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu.
Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.
Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"
Kisah di atas, mengungkapkan suatu sikap yang sering disebut: non-judgement. Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian yang diskenariokan Sang Maha Sutradara. Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai "kesialan", barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju "keberuntungan" . Maka orang2 seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk "menghakimi" kejadian dengan label2 "beruntung", "sial", dan sebagainya.
Karena, siapalah kita ini menghakimi kejadian yang kita sunguh tidak tahu bagaimana hasil akhirnya nanti.
Seorang karyawan yang dipecat perusahaan nya, bisa jadi bukan suatu "kesialan", manakala ternyata status job-less nya telah memecut dan membuka jalan bagi diri nya untuk menjadi boss besar di perusahaan lain. Maka berhentilah menghakimi apa yang terjadi hari ini, kejadian –kejadian PHK , Paket Hengkang , Mutasi tugas dan apapun namanya itu. . . . karena .. sungguh kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian dibalik peristiwa itu (di).
" Hadapi badai kehidupan sebesar apapun , Tuhan tahu kemampuan kita.
Kapal hebat diciptakan bukan hanya untuk disandarkan di dermaga saja ".
Diposting oleh
erni
di
04.30
0
komentar
Label: jendela hati
blog teman
-
Fwd: Pelatihan Nasional K3 Medis / K3RS - ---------- Pesan terusan ----------Dari: INFO DIKLAT Tanggal: 12 November 2016 23.15Subjek: Fwd: Pelatihan Nasional K3 Medis / K3RSKep...9 tahun yang lalu
-
CONFIRM YOUR TRANSFER. - From The Desk of: Mr. Andrew Tweedie, Finance Department Director International Monetary Fund(IMF) Attn: Beneficiary, I wish to inform you that after m...12 tahun yang lalu
-
Mendagri Ragu Tentukan Posisi Obed - Friday, 03 February 2012 JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi masih ragu mengambil keputusan untuk mengembalikan jabatan Obednego Deppar...14 tahun yang lalu
-
Sejarah MANUJU - MANUJU.. merupakan salah satu kerajaan dari sekian banyak kerajaan di Sulawesi Selatan yang terletak di kabupaten GOWA dan merupakan kerajaan kembar dengan...17 tahun yang lalu
-
